-->

Tajuk

Karo Humas : Himbauan PLT Gubernur Aceh HOAX

Banda Aceh- Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto, menyebutkan pesan edaran yang beredar di media sosial tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengatasnamakan
Plt Gubernur Aceh adalah hoaks.

"Himbauan yang mengatasnamakan Plt Gubernur terkait kebakaran hutan itu tidak benar alias hoaks," ujar Iswanto di Banda Aceh, Selasa, (24/9).

Dalam pengantarannya, kata Iswanto, pesan edaran itu dibuat berkaca pada keadaan kabut asap yang masih mengkhawatirkan kesehatan di Aceh. Ada lima himbauan dalam edaran itu.

Salah satu poin himbauan dalam pesan edaran yang mengatasnamakan Plt Gubernur itu adalah mengimbau agar seluruh karyawan, PNS, PTT, dan BUMN di wilayah Aceh agar meliburkan aktivitasnya mulai tanggal 23 September 2019. 

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh itu memastikan,  Plt Gubernur tidak pernah sama sekali mengeluarkan himbauan seperti yang tertera dalam pesan tersebut. 
 
Untuk itu, Iswanto mengajak masyarakat untuk waspada. "Jangan percaya begitu saja informasi di media sosial. Tidak semua informasi di media sosial benar," katanya.

Iswanto mengajak masyarakat selalu memverifikasi setiap informasi yang didapat. "Informasi apapun harus kita cek dulu kebenarannya, jangan langsung kita sebarkan, saring sebelum sharing dan bijaklah dalam menggunakan media," ujar dia.
Warga Riau Mengungsi Akibat Kabut Asap Makin Pekat

Warga Riau Mengungsi Akibat Kabut Asap Makin Pekat

Potret Warga Riau Mengungsi Akibat Kabut Asap Makin Pekat

Sejumlah warga, khususnya bayi, anak-anak, dan wanita hamil mengungsi ke posko kesehatan di Pekanbaru, imbas kabut asap yang menyelimuti Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Posko kesehatan yang didatangi warga didirikan DPW PKS Riau di Jl Soekarno-Hatta, Pekanbaru. Sebagian besar warga malah mengungsi karena jadi korban kabut asap.

Menurut Ketua Deputi Media DPW PKS Riau, Enda Inspirasi, tercatat di hari keempat ini sudah lebih 177 orang singgah di posko kesehatan. Dari jumlah tersebut, ada 90 orang warga benar-benar mengungsi di posko. Mereka tidak kembali ke rumahnya, tapi lebih nyaman di posko.

Posko kesehatan ini, menurut Enda, dibuka 24 jam. Warga yang datang ke posko mendapat pelayanan cek kesehatan, ruang inap AC, obat-obatan, dan ruang pemurni oksigen.

Selain menyediakan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya, posko kesehatan tersebut juga menyediakan konsumsi bagi para pengungsi di posko tersebut.


Enda juga menjelaskan mereka yang mengungsi sebagian besar berasal dari Pekanbaru. Sebagian pengungsi juga dari kalangan lansia. Mereka mengungsi ke posko karena merasa lebih nyaman tidak terpapar asap.(detik)


Back To Top